top of page

Bukit Kubu Berastagi

Harmoni Alam dan Keluarga

Bukit Kubu merupakan sebuah kawasan wisata terbuka yang terletak di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu titik dengan udara terbersih dan tersejuk di Sumatera Utara. Secara visual, tempat ini didominasi oleh bentang lahan carpet grass (rumput karpet) yang dirawat dengan presisi tinggi, sehingga permukaannya terasa empuk dan sangat minim gelombang, sangat ideal untuk aktivitas fisik ringan tanpa risiko cedera.


Topografinya yang landai dengan beberapa gundukan bukit kecil menciptakan dinamika visual yang menarik, di mana setiap sudut menawarkan perspektif berbeda terhadap Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung yang seringkali terlihat mengintip dari balik kabut tipis di kejauhan. Kehijauan rumput ini berpadu serasi dengan deretan pohon pinus (Pinus merkusii) yang berfungsi sebagai pagar alami sekaligus pemecah angin, memberikan perlindungan bagi pengunjung dari embusan angin pegunungan yang terkadang cukup kencang.


Daya tarik utama yang membuat Bukit Kubu tak tertandingi adalah tradisi menerbangkan layang-layang. Karena areanya yang sangat luas dan bebas dari kabel listrik atau bangunan tinggi, angin di sini berhembus sangat stabil, memungkinkan layang-layang dengan ukuran raksasa sekalipun untuk mengangkasa dengan mudah. Bagi pengunjung yang tidak membawa perlengkapan, tersedia banyak penjaja layang-layang tradisional hingga modern di sekitar area.


Selain itu, aspek edukasi dan ketangkasan hadir melalui fasilitas berkuda; instruktur lokal akan memandu pengunjung, terutama anak-anak, untuk mengelilingi perimeter bukit di atas kuda yang sudah jinak. Tersedia juga penyewaan mobil Jeep kecil dan ATV bagi mereka yang ingin menjelajahi area yang lebih jauh, serta delman (sado) yang memberikan nuansa romantis bagi pasangan atau kenyamanan bagi keluarga lanjut usia yang ingin menikmati pemandangan tanpa harus berjalan kaki jauh.


Di tengah hamparan hijau tersebut, berdiri kokoh sebuah bangunan tua yang dikenal sebagai Hotel Bukit Kubu. Bangunan ini mengusung arsitektur gaya kolonial Belanda dengan ciri khas jendela besar, langit-langit tinggi, dan dinding putih yang tebal, yang memberikan kesan megah namun klasik. Hotel ini bukan sekadar tempat menginap, melainkan ikon sejarah yang mengingatkan pada era kejayaan Berastagi sebagai sanatorium atau tempat peristirahatan pejabat kolonial di masa lalu.


Beranda hotel yang menghadap langsung ke arah bukit seringkali menjadi spot favorit untuk menikmati teh sore atau kopi Karo yang autentik sambil mengamati aktivitas pengunjung di padang rumput. Keberadaan bangunan bersejarah ini memberikan dimensi budaya dan estetika yang lebih dalam dibandingkan destinasi wisata modern lainnya di sekitar Berastagi.


Manajemen Bukit Kubu menerapkan sistem tiket masuk yang unik, di mana biaya masuk biasanya sudah termasuk fasilitas tertentu seperti sewa tikar atau diskon di kantin, yang sangat memudahkan logistik bagi wisatawan dari luar kota. Di dalam area ini, fasilitas penunjang seperti toilet, mushola, dan gerai makanan yang menyajikan hidangan lokal seperti jagung rebus dan mi instan hangat tersedia secara tersebar namun tetap teratur agar tidak merusak pemandangan. Lokasinya yang berada tepat di gerbang masuk kota Berastagi menjadikannya sangat mudah diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dari arah Medan.

Travel Info
ENTRY FEE

- Bus Tipe A (30 Seat) : Rp 600.000,-
- Bus Tipe B (24 Seat) : Rp 400.000,-
- Bus Tipe C (14 Seat) : Rp 300.000,-
- Mini Bus : Rp 200.000,-
- Sedan/Jeep/Pick up : Rp 150.000,-
- Sepeda Motor : Rp 50.000,-
- Pejalan Kaki : Rp 20.000,-

OPENING HOURS

Setiap Hari, 07.00 - 18.00

Harga dan jam buka dapat berubah sewaktu-waktu

© 2026 by Explore Lake Toba. All rights reserved.

bottom of page