About
Menjejakkan kaki ke Museum Huta Bolon Simanindo bagaikan membuka sebuah buku cerita hidup dari leluhur Batak, di mana setiap ukiran, setiap ruang dan setiap tarian memiliki suara-cerita sendiri. Dahulu, museum ini adalah rumah raja besar dari kaum Batak. Tempat kekuasaan, tradisi, dan kehidupan sosial tumbuh dalam harmoni. Atap rumah megah tersebut dihiasi dengan sepuluh tanduk kerbau yang melambangkan sepuluh generasi pewaris tahta. sebuah simbol yang mengajak kita menghormati akar, nenek-moyang, dan kesinambungan budaya.
Tapi pengalaman di museum ini tidak berhenti hanya pada pengamatan objek-antik. Anda diundang untuk turut bermain dalam tradisi mendengar petuah pemandu lokal tentang penggunaan alat dapur kuno, senjata, dan keramik yang dulu diperdagangkan dengan Belanda dan Tionghoa. Setiap sudut museum menyimpan aroma kisah dari meja makan kuno hingga ukiran rumah tradisional yang membisikkan bagaimana masyarakat Batak membangun rumah, menjalankan adat, bercakap dalam bahasa yang kaya makna.
